PROSA.ID, Yogyakarta – Pemerintah Kabupaten Sleman mencatat capaian pembangunan 2025 yang melampaui sejumlah target utama.
Sejumlah indikator strategis di bidang ekonomi, sumber daya manusia, lingkungan hidup, hingga tata kelola pemerintahan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Pertumbuhan ekonomi mencapai 6,53 persen, angka kemiskinan turun menjadi 6,71 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga 4,07 persen.
Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Sleman pada 2025 mencapai 6,53 persen, melampaui target 5,11–5,74 persen dengan tingkat capaian 113,76 persen.
“Capaian ini didorong meningkatnya investasi dan penanaman modal, baik PMA maupun PMDN, serta pembangunan infrastruktur yang dibiayai APBD, APBN, dan sumber pembiayaan lainnya,” ujarnya di Sleman, Kamis (30/4/2026).
Selain investasi, stabilitas inflasi juga dinilai menjadi faktor penting penopang pertumbuhan ekonomi.
Pemkab Sleman bersama tim pengendali inflasi aktif menjaga pasokan bahan pokok melalui pemantauan harga, operasi pasar murah, hingga koordinasi dengan daerah penghasil komoditas.
Di sisi pemerataan ekonomi, Rasio Gini Sleman tercatat membaik menjadi 0,419, lebih rendah dari target 0,425–0,430. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan ekonomi semakin menurun.
“Penurunan kemiskinan dari 7,46 persen menjadi 6,71 persen ikut berkontribusi terhadap perbaikan Rasio Gini,” jelasnya.
Tingkat kemiskinan Kabupaten Sleman sendiri turun menjadi 6,71 persen, melampaui target 6,98–7,45 persen.
Penurunan ini ditopang sektor jasa, perdagangan, pendidikan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif yang dinilai cukup dinamis.
“Program perlindungan sosial berlapis seperti PKH, bantuan pangan, PBI JKN, serta bantuan sosial daerah juga menjadi bantalan sosial masyarakat,” ungkap Fitri.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) berhasil ditekan menjadi 4,07 persen, lebih baik dibanding target 4,13–5,08 persen.
Menurut Nur Fitri, capaian ini didorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi dan inovasi layanan ketenagakerjaan.
“Kami memiliki program Taksi Pekerja, Pasar Kerja Keliling, dan Job Canvassing untuk mempermudah akses pencari kerja,” ujarnya.
Tak hanya ekonomi, kualitas sumber daya manusia Sleman juga meningkat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 86,35, melampaui target 85,73–85,90.
Capaian tersebut ditopang Usia Harapan Hidup 75,81 tahun, Rata-rata Lama Sekolah 11,42 tahun, serta Harapan Lama Sekolah 16,8 tahun.
Di bidang kebudayaan, Indeks Pembangunan Kebudayaan Sleman mencapai 70,49 atau 100,17 persen dari target.
“Kolaborasi pemerintah, komunitas budaya, seniman lokal, serta masyarakat menjadi faktor penting peningkatan indeks kebudayaan,” kata Nur Fitri.
Pada sektor lingkungan hidup, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Sleman mencapai 72,37, jauh di atas target 66,96. Kinerja ini ditopang kualitas udara 73,6, kualitas air 81,64, dan kualitas lahan 53,14.
Optimalisasi teknologi informasi berbasis citra satelit dan Sistem Informasi Geografis (GIS) juga disebut membantu pemantauan kondisi lingkungan.
Sementara itu, indikator pemerintahan juga menunjukkan hasil positif. Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Sleman mencapai 93,13, jauh di atas target 83,5.
“Kinerja ini ditopang implementasi reformasi birokrasi lintas perangkat daerah, digitalisasi administrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.
Kabupaten Sleman juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut.
Selain itu, Indeks Pelayanan Publik tercatat 4,63, jauh melampaui target 3 dengan tingkat capaian 154,33 persen.
Di tingkat nasional, Sleman juga mencatat prestasi membanggakan melalui Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) sebesar 4,14 dan mendapat apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai daerah terbaik kedua nasional.
“Capaian ini menjadi hasil kolaborasi pembangunan lintas sektor, mulai ekonomi, SDM, infrastruktur, lingkungan hidup, hingga tata kelola pemerintahan,” pungkas Nur Fitri. (Ken).

