Site icon PROSA.ID

Dorong Ekonomi Kreatif, Tiga Pameran Akbar Resmi Digelar di JEC

Pameran Jogja Food & Beverage Expo 2026, Jogja Pack & Process Expo dan Jogja Printing Expo resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (8/4/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Tiga pameran terbesar di Jawa Tengah dan DIY, Jogja Food & Beverage Expo 2026, Jogja Pack & Process Expo dan Jogja Printing Expo resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (8/4/2026).

Ajang yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions tersebut berlangsung pada 8-11 April 2026 dengan menghadirkan lebih dari 110 peserta, termasuk 30 UMKM pilihan.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengatakan, melalui pameran ini para pengusaha muda di Yogyakarta bisa lebih jeli dalam melihat peluang bisnis yang ada di wilayahnya. Menurutnya, potensi lokal Yogyakarta tidak hanya terbatas pada satu bidang saja.

“Pengusaha muda di Yogyakarta harus mulai melirik sektor-sektor strategis yang berbasis potensi lokal. Jangan hanya terpaku pada sektor kuliner saja, tapi kita punya potensi di industri kreatif, digital, dan juga pariwisata yang sangat besar,” katanya.

Daud mengungkapkan, tantangan nyata bagi para pelaku usaha saat ini adalah masalah modal dan kapasitas sumber daya manusia.

“Kami yakin dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan anak muda, ekonomi Yogyakarta akan semakin kuat,” jelasnya.

Melalui acara ini, Daud menargetkan sebanyak 12ribu pengunjung akan memadati JEC selama empat hari pelaksanaan.

“Hari pertama sudah registrasi 3ribu pengunjung. Harapannya akan terus bertambah,” tandasnya.

Sementara Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad menjelaskan, Yogyakarta memiliki peran strategis mendorong ekonomi kreatif. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran UMKM dalam pameran ini.

“Produk-produk lokal Yogyakarta harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus menembus pasar global. Pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan dukungan melalui kebijakan, pelatihan, serta akses pembiayaan,” papar Noviar.

Mewakili Pemda DIY, Noviar mengapresiasi langkah Krista Exhibitions dalam menginisiasi pameran yang melibatkan UMKM.

“Lewat pameran ini pelaku UMKM bisa langsung berinteraksi dengan pengunjung, mengetahui kebutuhan pasar, berinovasi, sehingga ekonomi kreatif itu tercipta,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman menambahkan, industri makanan dan minuman menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) yang besar bagi Indonesia.

Adhi menilai, pameran ini menjadi solusi di tengah tantangan global seperti mahalnya bahan baku kemasan akibat konflik internasional.

“Melalui pameran ini, kita ingin mendorong agar ketergantungan industri terhadap global semakin kecil sehingga kita bisa menumbuhkan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Adhi mengakui, dampak perang Iran-Israel mempengaruhi komoditi kemasan plastik. Sebab selama ini, Indonesia masih bergantung bahan baku plastik dari Timur Tengah.

“Lima puluh persen masih import. Harapannya masalah plastik bisa segera mendapatkan solusi, bisa mendorong industri tumbuh berkembang dengan baik,” pungkasnya. (Ken).

Exit mobile version