PROSA.ID, Yogyakarta – Rumah produksi Bahagia Tanpa Drama menayangkan film perdananya berjudul Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian yang diproduseri Celerina Judisari.
Menggandeng dua sutradara sekaligus, Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, film ini diadaptasi dari buku biografi Jenderal TNI Agus Subiyanto berjudul Believe: Faith, Dream, and Courage yang ditulis oleh Valent Hartadi.
Mengambil latar perang seorang prajurit dalam Operasi Seroja di Timor Timur, film laga bertema militer terinspirasi dari kisah nyata seorang anak prajurit bernama Agus yang diperankan oleh Ajil Ditto.
Salah satu sutradara film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian, Arwin Tri Wardhana mengatakan, lewat film ini ia ingin memberikan perspektif baru terhadap perjuangan dan pengorbanan prajurit serta keluarganya.
“Pesan yang ingin disampaikan lewat film ini lebih mengangkat tentang hubungan cinta anak dan bapak. Selain itu juga ingin mengingatkan bahwa kita punya pahlawan-pahlawan yang harus diingat. Mengingatkan juga kalau di Indonesia punya genre film seperti ini,” katanya dalam konferensi pers di Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, Sabtu (26/7/2025).
Diungkapkan Arwin, proses pembuatan film ini memakan waktu sekitar 2 bulan dengan mengambil lokasi syuting di Jawa Barat. Ia mengaku melibatkan tentara selama proses syuting berlangsung.
“Tentara sangat terlibat, mulai dari seragam dan alat-alatnya. Setiap makeup itu ada PIC dari tentara yang dibutuhkan sebagai narasumber karena bentuk pangkat dan seragam dari tahun ke tahun beda. Ada beberapa tentara juga yang ikut main,” jelasnya.
Sementara pemeran Agus, Ajil Ditto menambahkan, untuk mendalami peran sebagai seorang prajurit, ia harus mengikuti seluruh pelatihan selama 45 hari.
“Kita harus workshop nembak, workshop militer, skenario, workshop adegan fighting selama 45 hari. Cukup membuat kami keteteran sebenarnya karena 45 hari itu bukan waktu yang lama untuk mempersiapkan adegan film dalam skala yang cukup besar seperti ini. Menurutku seharusnya dilakukan 3 bulan untuk mempersiapkan ini, tapi hanya dilakukan dalam 45 hari,” terang Ajil.
Ajil menilai, film ini memberikan gambaran kepada penonton bahwa perang memberikan dampak yang merugikan bagi siapa saja.
“Dalam berperang pun, tak hanya prajurit militer yang berjuang tapi juga keluarganya. Perang itu bukan tentang siapa yang menang, siapa yang kalah. Semuanya rugi,” lanjutnya.
Selain Ajil Ditto, film ini juga dibintangi Adinda Thomas, Wafda Saifan, Marthino Lio, Maudy Koesnaedi dan sebagainya.
Film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian ini menceritakan sosok Agus yang tumbuh di bawah didikan keras ayahnya, Serka Dedi yang dibintangi oleh Wafda Saifan. Hubungan mereka dingin dan berjarak tapi penuh harapan terpendam.
Saat Agus memilih mengikuti jejak sang ayah menjadi prajurit, ia justru menemukan makna cinta, keberanian dan pengorbanan yang tak pernah ia pahami sebelumnya.
Film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian tidak sekedar menghadirkan ledakan dan ketegangan khas film laga perang. Di balik aksi dan perjuangan, terselip kisah keluarga yang mengaduk emosi. Tentang seorang ayah yang mencintai dalam diam, dan seorang anak yang baru memahami arti pengorbanan setelah melalui jalan yang sama. (Ponang).

