PROSA.ID, Yogyakarta – Hampir 3.000 peserta meramaikan Chicken & Egg Run 2026 di Yogyakarta, Minggu (18/10/2026).
Ajang lari yang digelar Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR Indonesia) ini tak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga membawa misi kampanye konsumsi ayam dan telur sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Chicken & Egg Run menghadirkan tiga kategori lari, yakni 2,5 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer.
Antusiasme peserta dari Yogyakarta dan berbagai daerah turut mewarnai kegiatan yang menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional tersebut.
Ketua Umum PINSAR Indonesia, Singgih Januratmoko mengatakan, jumlah peserta yang mendekati 3.000 orang melampaui perkiraannya.
Ia mengapresiasi sambutan masyarakat terhadap kegiatan yang menggabungkan olahraga dan edukasi pangan tersebut.
“Ini hari ini yang ikut hampir 3.000 orang. Kita juga kaget ternyata antusiasme masyarakat Jogja dan sekitarnya sangat besar,” kata Singgih di sela acara.
Menurut Singgih, penyelenggaraan Chicken & Egg Run 2026 di Yogyakarta juga membuka peluang untuk menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
“Kedatangan peserta dari berbagai daerah diharapkan meningkatkan aktivitas perhotelan, pariwisata, dan usaha masyarakat, terlebih acara berlangsung pada akhir pekan,” ujarnya.
Tiga Kategori Lari, Satu Misi untuk Masyarakat
Singgih mengungkapkan, melalui kegiatan ini, PINSAR Indonesia ingin menjangkau masyarakat yang memiliki beragam minat dan kemampuan dalam berolahraga.
Singgih menjelaskan, Chicken & Egg Run merupakan bagian dari agenda tahunan PINSAR Indonesia untuk memperingati Hari Ayam dan Telur Nasional.
“Kami memanfaatkan kegiatan publik seperti ini untuk memperkenalkan manfaat ayam dan telur sebagai sumber protein hewani yang relatif terjangkau,” ungkapnya.
Ia menilai, kampanye melalui acara olahraga dapat menjadi pendekatan untuk mendekatkan pesan gizi kepada masyarakat.
Singgih menjelaskan, PINSAR Indonesia ingin mendorong keluarga, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan pemenuhan protein bagi anak-anak.
“Harapan kita nanti dengan acara ini bisa memberikan pembelajaran lebih awal kepada masyarakat bahwa ayam dan telur adalah protein yang paling murah di Indonesia dan sangat dibutuhkan, terutama untuk anak-anak generasi ke depan supaya mereka mempunyai kualitas yang baik,” ujar Singgih.
Singgih Soroti Biaya Produksi Peternak
Di balik kemeriahan Chicken & Egg Run 2026, Singgih turut menyoroti tantangan yang dihadapi peternak unggas.
Ia menyebut, tingginya biaya produksi, terutama akibat mahalnya bahan baku pakan seperti jagung, perlu mendapat perhatian pemerintah.
Biaya pakan memengaruhi harga pokok produksi ayam dan telur. Karena itu, Singgih berharap pemerintah dapat menekan biaya input agar peternak mampu menyediakan produk dengan harga yang semakin terjangkau.
“Harapan kita pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah jagung ini, sehingga dengan HPP yang lebih murah, harga ayam dan telur juga bisa lebih murah dan dijangkau lebih banyak masyarakat,” paparnya.
Singgih memperkirakan Yogyakarta memiliki sekitar 1.000–2.000 peternak unggas.
Jika menghitung pekerja kandang dan tenaga pendukung lainnya, ekosistem peternakan di daerah tersebut melibatkan lebih dari 10.000 orang.
Ekosistem ini mencakup peternakan ayam pedaging, ayam petelur, hingga pembibitan unggas.
“Dukungan terhadap sektor perunggasan penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan lapangan kerja,” tandasnya.
Kementerian Koperasi Apresiasi Chicken & Egg Run
Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kementerian Koperasi, Koko Haryono, mengapresiasi penyelenggaraan Chicken & Egg Run 2026.
Ia mendukung upaya PINSAR Indonesia dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi ayam dan telur.
Koko juga mendorong PINSAR Indonesia memperkuat organisasi peternak melalui koperasi.
Ia menilai, koperasi dapat membangun ekosistem usaha yang mendukung kebutuhan peternak dari hulu hingga hilir.
“Kami harap PINSAR ini bisa menguatkan organisasinya melalui koperasi, karena koperasi akan menjadi ekosistem yang membantu dari hulu sampai hilir,” jelas Koko.
Ia menambahkan, Kementerian Koperasi siap mendukung tata kelola koperasi dan mendorong akses pembiayaan bagi peternak.
“Penguatan kelembagaan PINSAR Indonesia dapat membantu peternak mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” paparnya.
Selain itu, ia mendorong PINSAR Indonesia menjajaki keterhubungan dengan program strategis pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
“Kami sangat mendukung program ini. Semoga PINSAR juga bisa terhubung dengan program-program strategis nasional, seperti MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan program pemerintah lainnya,” pungkasnya. (Ken).

